Tag Archives: tokoh sejarah

#OeiTiongHam

Menjamurnya penggunaan media sosial di internet dan gadget canggih yang mendukung semakin mempermudah penyampaian informasi. Pun demikian dengan informasi sejarah. Pembaca tentu kenal dan telah akrab dengan twitter. Memanfaatkan media sosial apik ini saya coba untuk bikin kultwit sejarah dengan membahas sedikit tentang Oei Tiong Ham. Siapa dia? Simak kultwit berikut ini… 🙂

***

Potret si Raja Gula asal Semarang, Oei Tiong Ham.

Mampir ke toko buku mgkn Anda pernah tahu buku berjudul ‘Kisah Tragis Oei Hui Lan, Putri Orang Terkaya di Indonesia”... #OeiTiongHam Continue reading →

Iklan

Jalan berliku ibnu khaldun

Kelahiran, Nasab, & Keluarga

Nama lengkap beliau adalah Abdurrahman Abu Zaid Waliuddin bin Muhammad bin Muhammad bin Abi Bakar Muhammad bin al-Hasan. Nama pemberian ayah beliau adalah Abdurrahman, Beliau biasa dipanggil Abu Zaid dan bergelar Waliuddin. Nama Ibnu Khaldun sendiri merujuk pada kakek moyangnya yang bernama Khalid bin Utsman. Orang Arab, sebagai bentuk takzim kepada ketinggian ilmunya, menambahkan huruf wawu dan nun pada nama kakek moyangnya itu. Jadilah ia terkenal hingga sekarang dengan sebutan Ibnu Khaldun.

Ibnu Khaldun dilahirkan di Tunisia pada awal bulan Ramadhan 732 H, atau tepatnya pada 27 Mei 1332 M. Keluarga Bani Khaldun diketahui berasal dari daerah Hadramaut, sebuah daerah di selatan jazirah Arab. Banu Khaldun kemudian pindah ke Andalusia dan menetap di Sevilla pada permulaan penyebaran Islam di sana pada sekitar abad ke-9 masehi. Selanjutnya keluarga Bani Khaldun merupakan keluarga terpandang yang memegang jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan dan angkatan perang Bani Umayyah Andalusia, Al-Murabitun (Almoravide), dan Al-Muwahhidun (Almohade). Pada abad ke-13 masehi, ketika Andalusia menjadi republik bangsawan yang feodal, keluarga Bani Khaldun juga memegang peranan penting.

Pada masa reconquista orang-orang Kristen, keluarga Bani Khaldun menyeberang ke Ceuta di Afrika Utara sebelum akhirnya menetap di Tunisia. Perpindahan Bani Khaldun ini terjadi pada tahun 1248, namun ada pula sumber lain yang mengatakan bahwa Bani Khaldun pindah pada 1223. Di Tunis ini ternyata Bani Khaldun juga memainkan peran yang cukup penting dalam pemerintahan. Muhammad Ibn Muhammad, kakek Ibnu Khaldun berprofesi sebagai seorang Hajib (kepala rumah tangga istana) dinasti Hafsh. la sangat dikagumi dan disegani di kalangan istana, berkali-kali Amir Abu Yahya al-Lihyani (711 H), pemimpin dinasti al-Muwahhidun yang telah menguasai bani Hafz di Tunisia, menawarkan kedudukan yang lebih tinggi kepada Muhammad Ibn Muhammad, tetapi tawaran itu ditolaknya, pada akhir hayatnya, kakek Ibnu Khaldun ini suka menekuni ilmu-ilmu keagamaan hingga wafatnya pada 1337 M.

Dalam lingkuangan keluarga terpelajar seperti inilah Abdurrahman atau Ibnu Khaldun lahir dan tumbuh berkembang. Tentulah lingkungan keluarganya yang terpelajar ini membawa pengaruh besar kepada Ibnu Khaldun. Selain itu didukung dengan intelegensi beliau yang di atas rata-rata menjadikan beliau kelak menjadi tokoh yang mendunia dan karya-karyanya abadi.

Periode Menuntut Ilmu

Ibnu Khaldun muda, seperti halnya pemuda-pemuda Arab lainnya, mendapatkan pengajaran tradisional langsung dari sang ayah. Pertama-tama Ibnu Khaldun mempelajari Al-Quran dan menghafalnya sekali. Lalu Ibnu Khaldun juga mempelajari macam-macam qira’at untuk Al-Quran itu. Kemudian beliau mempelajari ilmu Continue reading →

Tirto Adhi Soerjo dan Pergerakan Nasional

Membicarakan kurun pergerakan nasional Indonesia, jika setiap orang Indonesia di tanya pasti akan teringat akan organisasi Boedi Oetomo. Selama ini Boedi Oetomo senantiasa melekat dalam ingatan kolektif masyarakat Indonesia sebagai organisasi pelopor. Jadilah tanggal berdirinya Boedi Oetomo, 20 Me i 1908, sebagai hari kebangkitan nasional yang kita peringati hingga kini. Belakangan, di beberapa artikel di internet dan media cetak yang mempertanyakan kembali pemilihan tanggal 20 Mei sebagai hari kebangkitan nasional. Jadi, ada sebuah pertanyaan menarik, “apa benar Boedi Oetomo merupakan organisasi pelopor pergerakan nasional di Indonesia?”.
Lebih jauh penulis-penulis artikel-artikel tersebut memberikan penjelasan bahwa sebenarnya yang layak menyandang predikat sebagai organisasi pelopor adalah Sarikat Dagang Islam. Ada pula yang menyebut Sarikat Islam. Berbagai alasan dan “data” mereka tunjukkan untuk memperkokoh pendapatnya. Dari sinilah penulis merasa tertarik untuk mencari kejelasannya lebih lanjut. Karena di dalam tulisan-tulisan tersebut terdapat beberapa kerancuan yang cukup mencolok.
Terlepas dari polemik tersebut, dalam tulisan ini penulis ingin menampilkan seorang tokoh yang barangkali telah dilupakan perannya. Seorang tokoh yang cukup memiliki andil besar dalam periode pelik zaman pergerakan nasional Indonesia. Raden Mas Tirto Adhi Soerjo. Karena beberapa keterbatasan, tentu tidak mungkin menyusun secara detail mengenai pribadi dan kehidupannya. Dalam tulisan ini hanya penulis sajikan perannya dalam ranah organisasi pergerakan. Dan sekaligus tulisan ini juga menjadi sebuah bahan pertimbangan untuk menjawab pertanyaan yang tersebut di atas.

R.M. Tirto Adhi Soerjo

Sekitar tahun 1906-07 seorang pensiunan dokter Jawa di Yogyakarta, Mas Ngabehi Wahidin Soediro Hoesodo mengadakan Continue reading →