Category Archives: Tokoh Sejarah

Jalan berliku ibnu khaldun

Kelahiran, Nasab, & Keluarga

Nama lengkap beliau adalah Abdurrahman Abu Zaid Waliuddin bin Muhammad bin Muhammad bin Abi Bakar Muhammad bin al-Hasan. Nama pemberian ayah beliau adalah Abdurrahman, Beliau biasa dipanggil Abu Zaid dan bergelar Waliuddin. Nama Ibnu Khaldun sendiri merujuk pada kakek moyangnya yang bernama Khalid bin Utsman. Orang Arab, sebagai bentuk takzim kepada ketinggian ilmunya, menambahkan huruf wawu dan nun pada nama kakek moyangnya itu. Jadilah ia terkenal hingga sekarang dengan sebutan Ibnu Khaldun.

Ibnu Khaldun dilahirkan di Tunisia pada awal bulan Ramadhan 732 H, atau tepatnya pada 27 Mei 1332 M. Keluarga Bani Khaldun diketahui berasal dari daerah Hadramaut, sebuah daerah di selatan jazirah Arab. Banu Khaldun kemudian pindah ke Andalusia dan menetap di Sevilla pada permulaan penyebaran Islam di sana pada sekitar abad ke-9 masehi. Selanjutnya keluarga Bani Khaldun merupakan keluarga terpandang yang memegang jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan dan angkatan perang Bani Umayyah Andalusia, Al-Murabitun (Almoravide), dan Al-Muwahhidun (Almohade). Pada abad ke-13 masehi, ketika Andalusia menjadi republik bangsawan yang feodal, keluarga Bani Khaldun juga memegang peranan penting.

Pada masa reconquista orang-orang Kristen, keluarga Bani Khaldun menyeberang ke Ceuta di Afrika Utara sebelum akhirnya menetap di Tunisia. Perpindahan Bani Khaldun ini terjadi pada tahun 1248, namun ada pula sumber lain yang mengatakan bahwa Bani Khaldun pindah pada 1223. Di Tunis ini ternyata Bani Khaldun juga memainkan peran yang cukup penting dalam pemerintahan. Muhammad Ibn Muhammad, kakek Ibnu Khaldun berprofesi sebagai seorang Hajib (kepala rumah tangga istana) dinasti Hafsh. la sangat dikagumi dan disegani di kalangan istana, berkali-kali Amir Abu Yahya al-Lihyani (711 H), pemimpin dinasti al-Muwahhidun yang telah menguasai bani Hafz di Tunisia, menawarkan kedudukan yang lebih tinggi kepada Muhammad Ibn Muhammad, tetapi tawaran itu ditolaknya, pada akhir hayatnya, kakek Ibnu Khaldun ini suka menekuni ilmu-ilmu keagamaan hingga wafatnya pada 1337 M.

Dalam lingkuangan keluarga terpelajar seperti inilah Abdurrahman atau Ibnu Khaldun lahir dan tumbuh berkembang. Tentulah lingkungan keluarganya yang terpelajar ini membawa pengaruh besar kepada Ibnu Khaldun. Selain itu didukung dengan intelegensi beliau yang di atas rata-rata menjadikan beliau kelak menjadi tokoh yang mendunia dan karya-karyanya abadi.

Periode Menuntut Ilmu

Ibnu Khaldun muda, seperti halnya pemuda-pemuda Arab lainnya, mendapatkan pengajaran tradisional langsung dari sang ayah. Pertama-tama Ibnu Khaldun mempelajari Al-Quran dan menghafalnya sekali. Lalu Ibnu Khaldun juga mempelajari macam-macam qira’at untuk Al-Quran itu. Kemudian beliau mempelajari ilmu Continue reading →

Iklan

The Beatles Sepanjang Masa

Ide John Lennon

Terinspirasi oleh “Skiffle Boom”, seorang mahasiswa di Quarry Bank School di Liverpool memutuskan untuk membentuk sebuah grup band pada tahun 1957. Siapa kira apa yang ia lakukan akan berbuah sangat fantastis.  Dialah John Winston Lennon. John menamai band-nya “The Blackjack”. Tampaknya ia tidak puas dengan nama ini dan mengubahnya menjadi “The Quarry Men” pada Maret 1957. Selain John yang bernyanyi dan bermain gitar, ada Colin Hanton memainkan drum, Eric Griffiths pada gitar, Pete Shotton pada Keyboard, Rod Davis pada banjo, dan Bill Smith pada bass. Lalu kemudian posisi Bill segera digantikan oleh Ivan Vaughan. The Quarry Men awalnya adalah band rock, tapi tak berapa lama John terinspirasi oleh “Heartbreak Hotel” dan menjadi penggemar musik rock ‘n’ roll Amerika.

Main “Bongkar Pasang”, ke Hamburg, Hingga Rekaman

Pada tanggal 6 Juli 1957, Ivan Vaughan mengundang James Paul McCartney untuk melihat pertunjukan mereka di gereja The Woolton Parish. Saat itu Paul berusia lima belas tahun. Ivan lalu memperkenalkan Paul kepada John yang saat itu enam belas tahun. Dari perkenalan inilah sebuah pertemanan unik diantara mereka berawal.

The Quarry Men semakin “gembung” dengan masuknya Paul pada gitar dan vokal, John Lowe pada piano, dan George Harrison pada gitar dan vokal. Segera Eric Griffiths dan anggota lain pergi karena terlalu banyak anggota. Kelompok ini muncul di beberapa kontes bakat lokal dan beberapa pertunjukan. Pada Januari 1959, The Quarry Men tidak bermain lagi. Walaupun begitu John dan Paul terus berhubungan, sementara George telah bergabung dengan Les Stewart Quartet.

Memang inilah akhir The Quarry Men, tetapi dari sinilah perjalan keberuntungan mereka berawal. Les Stewart Quartet  masuk di sebuah klub malam baru bernama “The Casbah”. Karena suatu permasalahan, George keluar dan mengajak pula kawannya Ken Brown. George kembali berhubungan dengan John dan Paul. Bersama Ken Brown mereka membentuk band lagi. Tapi tak lama Ken Brown keluar dari band karena mempermasalahkan honor. Dari Oktober 1959 sampai Januari 1960 John, Paul, dan George bertahan sebagai trio dengan Paul pada drum. Mereka menyebut diri mereka “Johnny & the Moondogs”.

Pada saat itu John terdaftar sebagai mahasiswa di Liverpool College of Art. Johny & the Moondogs sedang membutuhkan pemain bass, maka ia mengajak kedua kawan mahasiswanya untuk masuk band. Keduanya adalah Stuart Sutcliffe dan Rod Murray. Sayangnya, ternyata keduanya tidak mampu gitar. Namun, Stuart yang jago melukis,  menjual salah satu lukisannya dan  membeli gitar bass Hofner dan bergabung dengan grup di bulan Januari, 1960. Continue reading →

Tirto Adhi Soerjo dan Pergerakan Nasional

Membicarakan kurun pergerakan nasional Indonesia, jika setiap orang Indonesia di tanya pasti akan teringat akan organisasi Boedi Oetomo. Selama ini Boedi Oetomo senantiasa melekat dalam ingatan kolektif masyarakat Indonesia sebagai organisasi pelopor. Jadilah tanggal berdirinya Boedi Oetomo, 20 Me i 1908, sebagai hari kebangkitan nasional yang kita peringati hingga kini. Belakangan, di beberapa artikel di internet dan media cetak yang mempertanyakan kembali pemilihan tanggal 20 Mei sebagai hari kebangkitan nasional. Jadi, ada sebuah pertanyaan menarik, “apa benar Boedi Oetomo merupakan organisasi pelopor pergerakan nasional di Indonesia?”.
Lebih jauh penulis-penulis artikel-artikel tersebut memberikan penjelasan bahwa sebenarnya yang layak menyandang predikat sebagai organisasi pelopor adalah Sarikat Dagang Islam. Ada pula yang menyebut Sarikat Islam. Berbagai alasan dan “data” mereka tunjukkan untuk memperkokoh pendapatnya. Dari sinilah penulis merasa tertarik untuk mencari kejelasannya lebih lanjut. Karena di dalam tulisan-tulisan tersebut terdapat beberapa kerancuan yang cukup mencolok.
Terlepas dari polemik tersebut, dalam tulisan ini penulis ingin menampilkan seorang tokoh yang barangkali telah dilupakan perannya. Seorang tokoh yang cukup memiliki andil besar dalam periode pelik zaman pergerakan nasional Indonesia. Raden Mas Tirto Adhi Soerjo. Karena beberapa keterbatasan, tentu tidak mungkin menyusun secara detail mengenai pribadi dan kehidupannya. Dalam tulisan ini hanya penulis sajikan perannya dalam ranah organisasi pergerakan. Dan sekaligus tulisan ini juga menjadi sebuah bahan pertimbangan untuk menjawab pertanyaan yang tersebut di atas.

R.M. Tirto Adhi Soerjo

Sekitar tahun 1906-07 seorang pensiunan dokter Jawa di Yogyakarta, Mas Ngabehi Wahidin Soediro Hoesodo mengadakan Continue reading →