Category Archives: Info Buku

Kretek Jawa: Gaya Hidup Lintas Budaya

Judul buku : Kretek Jawa, Gaya Hidup Lintas Budaya

Editor : Rudi Badil

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia

Kebanyakan buku-buku yang berbicara tentang rokok atau tembakau menganalisis persoalan dari sisi kesehatan atau ekonomi. Telah banyak ahli kesehatan dan aktivis kesehatan mengambil polemik tembakau sebagai objek kajiannya. Akan sangat mudah kita menelusuri tulisan-tulisan berisi riset kesehatan yang membahas bahaya rokok bagi kesehatan. Kalangan pembela tembakau sendiri juga telah menerbitkan beberapa buku yang mengaji persoalan ini dari aspek sosial dan ekonomi. Masih jarang penulis yang mengangkat persoalan rokok atau tembakau dari aspek budaya. Oleh sebab itulah penerbitan buku Kretek Jawa: Gaya Hidup Lintas Budaya (selanjutnya disebut KJ) ini merupakan sebuah usaha yang patut diapresiasi.

Sejak bergulirnya rencana regulasi tembakau oleh pemerintah, masyarakat terdikotomi dalam dua kutub ekstrem. Pro dan Kontra. Para pembela regulasi tembakau kebanyakan adalah para aktivis kesehatan dan beberapa wartawan senior yang idealis. Di sisi yang lain, penentangnya adalah para aktivis organisasi buruh dan petani. Perseteruan ini jadi semakin runcing saat kedua pihak Continue reading →

Raja, Priyayi, dan Kawula; Surakarta 1900-1915

 

 

 

Judul Buku      : Raja, Priyayi, dan Kawula; Surakarta 1900-1915 (selanjutnya disebut RPK)

Penulis             : Kuntowijoyo

Penerbit           : Penerbit Ombak, Yogyakarta

Tahun Terbit    : 2006

 

Kepakaran seorang Kuntowijoyo dalam hal sejarah dan budaya sudah tak diragukan lagi. Sejumlah terbitan dalam berbagai genre – mulai dari sastra, budaya, sejarah, dan religi – telah beliau tulis semasa hidupnya. Sebagian bahkan menjadi masterpiece dan diakui secara luas sebagai karya yang berkualitas tinggi. Dalam bidang sejarah, Kuntowijoyo dikenal fokus pada penulisan sejarah lokal. Dan dalam buku yang akan kami review ini, Kuntowijoyo menulis tentang spesialisasi yang sangat jarang diangkat, sejarah mentalitas.

Dalam kata pengantar buku ini yang ditulis oleh tim penerbit disebutkan bahwa buku ini merupakan kompilasi dari  empat makalah yang beliau telah susun sejak 1991 (hal. v). Bab II berasal dari “Politik Simbiosis Pakubuwono X, 1900-1915: Simbol Personal dan Simbol Politik”, yang dipresentasikan dalam Kongres Nasional Sejarah tahun 1996 di Jakarta. Bab III berasal dari “Power and Culture: The Abipraya Society of Surakarta in the Early Twentieth Century”, yang dipresentasikan dalam A Conference on Modern Indonesian Culture: Asking The Right Questions yang diselenggarakan oleh Asian Studies, School of Social Sciences, Flinders University, Adelaide, South Australia pada 1991. Bab IV berasal dari “Sumur Ajaib: Dominasi dan Budaya Tandingan di Surakarta awal abad XX”, makalah dalam Simposium Ilmu-ilmu Humaniora I, Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada pada Oktober 1996 (hal. vi).   Continue reading →

Catatan Perjalanan Sarat Muatan Historis

“Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat …”

Soe Hok Gie (1942-1969)

Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote. Indonesia dari ujung ke ujung. Tidak banyak orang yang mampu (dan mau) berkeliling Indonesia seperti mereka. Mereka, Ahmad Yunus dan Farid Gaban. Dua wartawan dari dua generasi yang berbeda bersama-sama mengelilingi Indonesia dengan dua motor bekas! Selama hampir setahun keduanya melakukan perjalanan panjang menyusuri pulau-pulau Indonesia dalam sebuah misi bertajuk Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa. Farid Gaban telah menelurkan karyanya, Indonesia : Mencintainya dengan Sederhana. Dan begitu pula Ahmad Yunus yang bukunya akan penulis review di sini, Meraba Indonesia.

Secara genre memang buku ini bukanlah secara murni berbicara tentang sejarah. Buku ini adalah sebuah catatan perjalanan yang ditulis dengan gaya feature yang sedikit nyastra. Narasinya mengalir dengan dibubuhi candaan dan satir-satir yang lumayan pedas membuat pembaca menjadi akrab. Selama perjalanannya, mereka telah menghasilkan sekitaran 10.000 frame foto dan 70 jam vidoe. Dari wawancara dengan ratusan orang dari berbagai sudut Indonesia, Ahmad Yunus menghadirkan reportase aktual tentang kehidupan real Indonesia saat ini. Continue reading →

Muhammad, Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik

Muhammad, sebuah nama yang tak habis-habisnya disebut. Sejak kelahirannya 14 abad yang lampau, dunia telah berubah cukup drastis karenanya. Dipuji dan dihormati baik oleh umatnya  maupun penganut kepercayaan lain  karena kemuliaan akhlaknya dan kepemimpinannya. Statusnya sebagai nabi akhir zaman tak dapat dipungkiri adalah tanda kebesaran pribadinya. Tak habis-habisnya para cendekiawan menulis tentangnya.

Muhammad, itulah judul buku biografi (shirah) yang disusun oleh Martin Lings alias Abu Bakar Sirajuddin ini. Barangkali biografi susunan Martin Lings ini adalah karya kesekian ribu dan bukanlah yang terakhir yang bercerita tentang kehidupan Nabi Besar ini. Namun bukan berarti biografi ini monoton saja. Justru untuk ukuran masa kini, Martin Lings memberikan sentuhan klasik tapi dituturkan secara modern pada buku ini. Apa pasal?

Masyarakat sekarang mungkin tak banyak yang tahu siapa penulis biografi Nabi Muhammad yang pertama kali. Dan melalui bukunya ini, selain menceritakan tentang Muhammad, Martin Lings sekaligus mengingatkan kita kepada sosok Ibnu Ishaq (85-151 H) dan Ibnu Hisyam (wafat 218 H). Ibnu Ishaq adalah penulis pertama biografi Nabi Muhammad dengan judul Shirah Rasululloh, dan Ibnu Hisyam adalah juga seorang penulis sejarah yang banyak mengambil sumber dari karya Ibnu Ishaq itu. Ibnu Hisyam sendiri menulis biografi Muhammad yang hingga sekarang banyak dijadikan bahan rujukan, hari ini kita menyebut karyanya Shirah Ibnu Hisyam. Continue reading →

Seri Buku TEMPO : Orang Kiri Indonesia

Sebagian besar dari pembaca tentu pernah membaca buku tentang peristiwa G30S (cukup saya sebut begitu mengingat polemik ini tak pernah menemui kejelasan dan rasanya cukup adil untuk tidak menyinggung suatu pihak). Setidaknya anda pernah membacanya dan mempelajari sejarahnya di institusi sekolah. Saya yakin anda tidak akan menemui sebuah kebaruan fakta jika anda membaca dari buku diktat dengan kurikulum dari Kemendiknas atau buku yang dipromotori oleh pemerintah. Terutama sekali buku-buku dari yang empunya Orde Baru. Itu hal yang lumrah, mengingat di Indonesia ini penulisan sejarah sebagian besar masih didominasi oleh “sejarah orang besar”.

Angin segar berhembus ketika reformasi bergulir. Fakta-fakta baru yang sebelumnya haram dituturkan mulai ramai dikaji. Sejumlah kemungkinan-kemungkinan baru pun bermunculan. Termasuk juga dari tangan peneliti-peneliti luar negeri, G30S menjadi objek yang tak habis-habis digali. Tulisan terakhir tentang G30S yang saya catat adalah dari tangan Julius Pour. Namun semuanya, baik dari zaman Orba hingga kemarin, hanya sebatas memelototi dari sudut pandang besar yang luas. Kebanyakan bicara dengan gaya merekonstruksi. Mengapa terjadi G30S? Siapa saja yang terlibat? Siapa saja korbannya? Atau sebenarnya G30S itu apa sih? Hanya stagnan di sekitar itu-itu saja. Jenuh dan sepertinya malah menggiring pada pemitosan G30S.

Dari beberapa buku-buku yang pernah saya amati, tidak ada yang mendalaminya secara lebih personal. Semuanya dipukul rata sebagai “objek benda” sejarah. Bukan sebagai manusia yang turut membuat sejarah. Nah, ditengah-tengah pola monoton inilah Continue reading →