Category Archives: Artikel

Tradisi Lisan dan Dongeng Masyarakat Tentang Tsunami di Negeri Cincin Api

Artikel ini saya buat setelah mengikuti seminar dan pameran foto yang diadakan Kompas sebagai penutup dari Ekspedisi Cincin Api Kompas. Saya sendiri jujur, terlambat mengikuti dan membaca hasil liputan khusus yang terdapat di Kompas cetak edisi hari Sabtu terakhir di tiap bulan selama ekspedisi berlangsung. Ini terbukti, dari 12 edisi liputan khusus yang dicetak, saya hanya mempunyai 5 edisi, agak sedikit menyesal memang. Namun, setelah mengikuti seminar tentang Ekspedisi Cincin Api pada Rabu, 12 Desember 2012 akhirnya saya mempunyai seluruh edisi liputan khusus Ekspedisi Cincin Api. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim Ekspedisi Cincin Api Kompas, atas segala informasi yang diberikan dan semoga makin banyak masyarakat Indonesia yang mengerti bagaimana dan apa harus dilakukan ketika gempa yang bisa diikuti dengan tsunami melanda. Terima Kasih.

Para awak Ekspedisi Cincin Api berbagi pengalaman dan wawasan dalam seminar interaktif di Lobi gedung Kompas Gramedia.

Para awak Ekspedisi Cincin Api berbagi pengalaman dan wawasan dalam seminar interaktif di Lobi gedung Kompas Gramedia.

Agus M. Toh membawakan dongeng tentang Negeri Cincin Api. Dengan celotehnya suasana jadi cair.

Agus M. Toh membawakan dongeng tentang Negeri Cincin Api. Dengan celotehnya suasana jadi cair.

 

***

Indonesia merupakan negara yang terletak di pertemuan dua jalur pegunungan dunia. Dari barat terbentang jalur pegunungan Mediterania dan dari sebelah timur terdapar jalur pegunungan Pasifik. Hal itulah yang membuat Indonesia dijuluki sebagai ring of fire atau salah satu negara dengan jumlah gunung api aktif terbanyal di dunia. Continue reading →

Iklan

Bonivasius Margono, Berkarya di Jalan Sunyi

Sebuah potret B. Margono yang dipajang dalam pameran karya-karyanya di Bentara Budaya Yoyakarta, 2010 (diambil dari ANTARA).

Barangkali sekarang ini tidak terlalu banyak orang yang mengenal sosok B. Margono. Bahkan seniman-seniman terkenal sekarang belum tentu mengenalnya. B. Margono memang tidak hadir ke tengah-tengah hiruk pikuk dunia seni Indonesia dengan karya seni rupa yang monumental atau spektakuler. B. Margono juga telah lama meninggal dunia sehingga kini kita tak akan melihat karya-karya barunya. Tapi di masa lalu, dalam tingkatan tertentu, karya-karya sederhana B. Margono pernah menjadi sangat akrab dengan masyarakat di Hindia Belanda. Bagi pembaca majalah Kedjawen dan buku-buku pengajaran terbitan Balai Pustaka pastilah tidak asing dengan ilustrasi-ilustrasi karya beliau.

B. Margono memiliki nama lengkap Raden Bonivasius Margono Darmo Pusoro adalah seorang ilustrator bagi terbitan-terbitan Balai Pustaka dan beberapa iklan koran pada masa Hindia Belanda. Ketika B. Margono hidup dan aktif berkarya, Indonesia sebagai sebuah negara bangsa yang merdeka belum ada. Karena itulah namanya tak banyak dikenal publik secara luas. Lagi pula semasa beliau masih hidup tak pernah Continue reading →

Mooi Spoorwegen op Vorstenlanden

Kereta api, merupakan sarana transportasi massal yang kehadirannya dirasa penting bagi negara dengan penduduk besar seperti Indonesia. Jumlah daya angkut manusia, waktu tempuh yang relatif lebih cepat dibanding transportasi darat lainnya, anti macet, dan harga tiket yang lumayan terjangkau merupakan contoh beberapa kelebihan kereta api dibandingkan dengan moda transportasi darat lain.

Kantor pusat NISM di Semarang, sekarang kita mengenalnya dengan sebutan Lawang Sewu.

Hadirnya kereta api di Indonesia, berawal dengan berdirinya perusahaan swasta NV Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada 27 Agustus 1863. Sekitar enam tahun kemudian, Continue reading →

KELUAR DARI BUKU DIKTAT

Apa yang ada di bayangan Pembaca sekalian ketika ada seseorang menyebut kata Sejarah. Bisa jadi banyak hal berkelebat dipikiran Anda, atau mungkin juga hanya satu hal. Ada yang merasa tertarik, ada yang bosan, ada yang apatis, ada yang sinis, ada yang gembira, dan ada juga yang bangga. Sejarah, sebagai salah satu bidang kajian yang metodologis, memang tak bisa dilepaskan dari selera orang. Tapi saya yakin banyak orang yang tertarik. Yah, tentu saja selain orang-orang yang beranggapan miring. Tapi percayalah, sebenarnya banyak orang suka sejarah.

Saya sampai pada kesimpulan itu setelah beberapa kali terlibat obrolan dengan beberapa orang. Memang bukan tolok ukur yang valid, namanya juga kesimpulan pribadi. Mungkin memang benar, sejarah itu membosankan. Lihatlah di ruang-ruang kelas sekolah SMA atau SMP. Seakan-akan murid-murid duduk manis mendengarkan dongeng masa lalu dari gurunya. Saya sendiri bahkan mengalami hal itu. Sungguh ngantuk sekali mendengarkan guru menerangkan materi dengan nada datar dan tanpa gerakan apapun.

Atau, mungkin juga ketika Anda bertemu dengan kawan lama yang lalu bertanya-tanya tentang kegiatan anda saat ini.

Hai, wah lama tak jumpa kita. Kuliah di mana sekarang?” Continue reading →

KH Ahmad Dahlan, Sebuah Biografi Pemikiran (Bagian 2)

(Tulisan sebelumnya dapat dibaca di sini)

Pokok-pokok & Aktualisasi Pemikiran KH Ahmad Dahlan

Telah penyusun jelaskan di atas bahwa Kyai Dahlan selama di Mekah dalam hajinya yang pertama dan kedua banyak berguru demi memperdalam wawasan ke-Islamannya. Telah kita sama-sama ketahui pula seperti apa keadaan Timur Tengah semasa beliau belajar di sana. Dari kedua premis ini dapat kita ambil benang merah terkait perkembangan pemikiran Kyai Dahlan sepulang dari Mekah. Ketika pemahamannya akan keberagamaan kian matang ia pulang dan berhadapan dengan kenyataan-kenyataan sosial masyarakatnya yang terkadang tidak sejalan dengan pengetahuan yang beliau terima di Mekah.

Kyai Dahlan tentulah pernah bersentuhan dengan gagasan pembaruan Islam yang diusung oleh Muhammad Abduh dan Jamaluddin Al-Afghani. Lagipula beliau juga belajar di Mekah yang merupakan bagian dari tanah Arab yang ketika itu diwarnai dengan gerakan-gerakan purifikasi Islam ala Wahabi. Persentuhan intelektual ini jelas meninggalkan bekas mendalam bagi Kyai Dahlan. Bertolak dari situlah Kyai Dahlan mulai menghayati perlunya suatu gerakan pembaruan Islam di kampung halamannya. Ketika Islam telah tercampur aduk dengan tradisi dan umat muslim kian terjebak dalam formalitas agama jelas harus ada yang ‘meluruskannya’ kembali. Inilah peran besar yang diambil oleh Kyai Dahlan dengan penuh keinsyafan.

Penyusun berpendapat bahwa pemikiran pembaruan dan pemurnian Islam Kyai Dahlan merupakan sebuah sintesis pemikiran. Kyai Dahlan sampai pada cita-citanya setelah ‘terlibat’ dialog intelektual dari pembacaannya terhadap gagasan-gagasan serupa di Timur Tengah dan kegelisahannya menghadapi kenyataan sosio-kultural masyarakat muslim Jawa yang terjebak formalitas keagamaan. Yang otentik dari Kyai Dahlan Adalah model gerakannya yang mengakar. Tajdid aatau pembaruan dihayati sebagi sebuah gerakan sosial yang tidak hanya mandeg di tataran ide, tapi juga tindakan nyata yang menyentuh langsung kehidupan umat muslim. Dalam bahasa Mohammad Damami, MA, dalam karyanya Akar Gerakan Muhammadiyah, bergama harus menyapa kehidupan. Untuk lebih jelasnya tentang pokok-pokok pemikiran Kyai Dahlan dan aktualisasinya akan penyusun uraikan di bawah ini. Continue reading →