#OeiTiongHam

Menjamurnya penggunaan media sosial di internet dan gadget canggih yang mendukung semakin mempermudah penyampaian informasi. Pun demikian dengan informasi sejarah. Pembaca tentu kenal dan telah akrab dengan twitter. Memanfaatkan media sosial apik ini saya coba untuk bikin kultwit sejarah dengan membahas sedikit tentang Oei Tiong Ham. Siapa dia? Simak kultwit berikut ini…🙂

***

Potret si Raja Gula asal Semarang, Oei Tiong Ham.

Mampir ke toko buku mgkn Anda pernah tahu buku berjudul ‘Kisah Tragis Oei Hui Lan, Putri Orang Terkaya di Indonesia”... #OeiTiongHam

Kisah si putri ini telah kesohor tapi bapaknya, org  terkaya itu, jarang ada yg ngerti. Nah, ini malem coba kita gali kisahnya #OeiTiongHam .

Kita putar waktu, kembali ke Hindia Belanda seratusan tahun lalu, ketika liberalisme ekonomi pertama masuk ke Nusantara. #OeiTiongHam

Saat itu modal swasta asing dr Eropa mengucur deras masuk Hindia Belanda. Banyak orang kaya baru yg muncul. #OeiTiongHam

Bukan cuma org Erapa saja yg jadi tajir karenanya, tapi juga org2 Tionghoa yg mukim di Hindia Belanda kala itu. #OeiTiongHam

Salah satu OKB dari kalangan Tionghoa saat itu adlh #OeiTiongHam , saudagar asal Semarang yg lalu dikenal sbg Raja Gula. #OeiTiongHam

#OeiTiongHam mewarisi usaha yg telah dirintis oleh ayahnya, Oei Tjie Sien. Ia adl pelarian politik dr Tiongkok.

Sebuah brosur usaha Firma Kian Gwan, “mainan” pertama Oei Tiong Ham.

Pd 1860-an Oei Tjie Sien mendirikan usaha perdagangan hasil bumi di bawah bendera Firma Kian Gwan. #OeiTiongHam

Firma Kian Gwan yg telah punya jaringan hingga Thailand & Vietnam ini pd 1883 membukukan total kekayaan 3juta Gulden. #OeiTiongHam

#OeiTiongHam memegang kuasa penuh atas firma sejak 1890 saat umurnya masih 24 tahun. Ditangannya, bisnis keluarga ini makin menggurita.

#OeiTiongHam lalu mendirikan Oei Tiong Ham Concern yg dikelola dgn menajemen modern & tak segan pula ia pekerjakan org Belanda.

Firma Kian Gwan sendiri jg makin maju dgn membuka 6 cabang usaha selain perdagangan hasil bumi. #OeiTiongHam

Saat komoditi candi memperoleh sambutan yg meriah di pasar dunia, Firma Kian Gwan dgn berani turut terjun ke pasar di bawah komando #OeiTiongHam .

1894 #OeiTiongHam membeli sebuah pabrik gula di Pakis. Usaha ini berhasil dan segera diikuti pembukaan empat cabang pabrik…

… di Rejoangung, Krebet, Tanggulangin, dan Ponen. #OeiTiongHam menguasai lebih dr 7000 hektare kebun tebu.

#OeiTiongHam Concern terus berjaya di bisnis gula dgn mendirikan cabang2nya di London, Singapura, Shanghai, dan Bombay. Cabang London jd ujung tombaknya.

Selain gula, #OeiTiongHam mengembangkan usaha perkapalan di bawah bendera Heap Eng Moh Steamship Co. Jg utk menguatkan armada dagangnya.

FYI: Manajer umum perusahaan itu, Lee Hoon Leong, adl kakek dr mantan PM Singapura yg terkenal: Lee Kuan Yew. #OeiTiongHam

#OeiTiongHam jg menjalankan usaha pabrik tepung tapioka di Krebet sejak 1918. Ekspornya sampai ke New York.

Menjelang akhir hayatnya, #OeiTiongHam sempat mendirikan usaha pergudangan di Semarang, Surabaya, Pasuruan, Probolinggo.

Di bawah NV Midden Java Veem, ia menawarkan jasa pergudangan dgn harga sangat bersaing. #OeiTiongHam.

Tak hanya itu, #OeiTiongHam masih punya Grond & Huizen Bedrijf yg bergerak di bidang real estate.

#OeiTiongHam wafat pd 1924 dgn mewariskan imperium bisnis yg amat besar senilai 200juta Gulden.

Sayang sekali di tangan anaknya, Oei Tjong Hauw, imperium bisnis itu malah ambruk krn masalah internal. #OeiTiongHam

Pd 1960, Pengadilan Ekonomi di Semarang memutuskan untuk menyita seluruh aset #OeiTiongHam Concern. Berakhirlah semua usaha2 hebat itu.

Saat ini kita bisa menilik repihan jejak imperium usaha #OeiTiongHam melalui industri farmasi Pharos dan PT Rajawali Nusantara Indonesia.

 

Referensi kultwit: Majalah GATRA edisi khusus Agustus 2005, hal. 24-26.

One response

  1. Jejak-jejak peninggalan Oei Tiong Ham sudah sulit untuk ditemukan di Semarang. Tidak banyak orang yang tahu bahwa Pharos adalah “generasi penerus” kekuasaan Oei Tiong Ham.Istana Sang Raja Gula di Semarang pun sudah hancur.Oei Tiong HAm berhasil menjelma menjadi salah satu kekuatan Konglomerasi di era Kolonial…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: