Salam Kenal

Selamat pagi, siang, sore, atau malam ^^ hehehe

Sebenarnya bukan pertama kalinya saya ngeblog, tapi untuk serius di penulisan sejarah, ya baru sekarang ini. Awalnya hanyalah sebuah keinginan hati saja, belum ada rencana apa-apa. Dan lagi belumlah saya ini menguasai betul penulisan sejarah. Ya, dengan sikap pasimis itu ditambah dengan kesibukan yang menumpuk terus. Tapi akhirnya datang juga pencerahan itu…

Suatu pagi saya terburu-buru berangkat ke kampus, biasalah, gara-gara bangun kesiangan setelah lembur menyelesaikan paper. Hari itu ada kuliah sejarah kota dan saya tak mau ketinggalan kuliah ini. Selain karena dosen saya, Mas Bondan Kanumoyoso, sangat asik dalam kuliah juga kerena saya suka materi ini. Alhamdulillah… belumlah terlambat. Dapat tempat di belakang pun tak apalah, yang penting tetap kuliah. Kali ini, Mas Bondan memberikan kuliah tentang kota Yogyakarta. Beliau membuka slide-slide-nya dan mulai membuka suara, saya pun tersedot ke masa lalu kota Yogyakarta yang adi luhung itu…

Selesai kuliah tanpa kami semua sangka, Mas Bondan memberikan tugas paper sebagai aplikasi dari materi kuliahnya selama ini. Waduh…antara semangat dan bingung, karena memang masih ada tugas mata kuliah lain yang saya selesaikan. Tapi, keep moving forward, ayo sajalah mau dikasih tugas berapapun! \(^_^)/

Awalnya bingung juga mau mengangkat kota apa ya untuk paper kali ini? Saya putar-putar sharing dengan kawan-kawan lainnya. Batavia, Bandung, Surabaya, Semarang, Banten, dan Surakarta. hmm… semuanya rata-rata yang itu-itu saja. Kota apa ya yang sekiranya belum terlalu banyak yang menuliskan? Dan bak hujan yang turun dengan deras, saya dengar seorang teman berceletuk dan seketika teranglah pikiran saya. “Boi, mau nggak lu ke Bogor lagi?”, itulah celetukan kawan saya dan ilham yang begitu deras menghujani pikiran saya. Bingo! Buitenzorg, saya akan menulisnya😀

Waktu berjalan terus dan akhirnya, dengan selamat sentosa, setelah berjibaku sedemikian rupa dengan kesibukan dan pencarian sumber yang cukup sulit jadilah paper sepuluh halaman saya tentang kota Buitenzorg atau Bogor. Alhamdulillah… senang rasanya bisa menghasilkan satu lagi karya sejarah yang, yah walaupun masih jauh dari sempurna, bisa saya sharingkan dengan orang lain. Saya jadi terpikirkan untuk menengok lagi arsip-arsip tulisan saya, ada berapa ya? Saya tengok-tengok dan wah sepertinya agak mubadzur juga kalau tidak diapa-apakan. Saya berpikir, diapakan ya tulisan-tulisan ini? Paling tidak ia akan dibaca dan syukur sekali bisa membawa manfaat buat yang lain. Dan akhirnya hujan inspirasi yang deras datang lagi. Blog! ya, itulah media yang tepat! Selama ini saya bercita-cita menjadi sejarawan dan penulis, jadi mengapa tidak saya posting saja ke blog.

Itulah, pembaca sekalian, awal keseriusan saya untuk menulis lebih giat lagi di bidang sejarah yang saya sukai. Sebelumnya saya memang sudah ngeblog cukup rutin di http://www.catatan-jejak-langkah.blogspot.com, tapi belumlah terfokus sepenuhnya pada sejarah. Di satu sisi saya bisa terus menulis tema-tema yang saya sukai dan di sini saya sepenuhnya adalah akademisi sejarah. Wah, keren betul ide saya ini…hehehe😀
***

Pembaca yang budiman, barang kali terpikir di benak anda, “Apa ya gunanya sejarah?”. Memang bidang sejarah bukanlah suatu bidang yang ramai peminat. Dan karya-karya penulisan sejarah Indonesia belumlah seheboh di luar sana. Namun dengan sangat hormat patutlah kita angkat topi untuk para tokoh-tokoh sejarawan kita yang konsisten menulis sejarah. Merekalah inspirasi saya, saya juga ingin menjadi bagian dari beliau-beliau ini. Sebutlah Kontowijoyo, Nugroho Notosusanto, Onghokham, Sartono Kartodirdjo, Taufik Abdullah, Anhar Gonggong, dan Asvi Warman Adam. Salam hormat untuk anda sekalian, Tuan-tuan Sejarawan…

Bearangkat dari sinilah, saya memulai keseriusan ini. Sejarah adalah bidang yang saya sukai dan kuasai, jadi mengapa saya belum menulis sejarah?! Memang bukan suatu hal mudah dan tidak populer, tapi di balik itu saya ingin mencari sebuah kebenaran. Sejarah memang sebuah misteri, kajian yang sarat akan perdebatan dan tak jarang kontroversi. Justru karena itulah ia menjadi menarik. Dari satu peristiwa saja, akan muncul berbagai fakta-fakta yang melingkupinya. Kadang mengerikan, menakjubkan, dan bahkan unik. Inilah seninya, seni menceritakan fakta dan mencari sumber agar sejarah menjadi sebuah “film” yang utuh dan menarik untuk disimak.

Pembaca yang budiman, akhir kata… Salam kenal sekali lagi dari saya dan selamat membaca! ;D

 

Sabtu, 9 April 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: