Tag Archives: tokoh pembaru islam

KH Ahmad Dahlan, Sebuah Biografi Pemikiran (Bagian 1)

Ketokohan KH Ahmad Dahlan (selanjutnya disebut Kyai Dahlan) bagi Muhammadiyah bisa kita bandingkan layaknya KH Hasyim Asy’ari bagi Nahdlatul Ulama atau Taqiyuddin An-Nabhani bagi Hizbut Tahrir. Kyai Dahlan adalah sosok penting yang meletakkan dasar-dasar pergerakan organisasi Muhammadiyah. Selain itu, dalam konteks yang lebih luas, beliau adalah pembaru Islam di Indonesia. Rekam jejaknya secara nyata dapat kita lihat dari Muhammadiyah di masa kini. Seperti kita sama ketahui, kini Muhammadiyah mengelola ribuan institusi pendidikan sejak jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Tak hanya itu, Muhammadiyah juga masih mengelola ratusan rumah sakit, poliklinik, apotek, panti asuhan bahkan pusat pengembangan masyarakat. Semua itu bukanlah pencapaian yang biasa saja dan lebih penting lagi, semua itu bermula dari Kyai Dahlan.

Sungguh sangat relevan bagi kita di masa kini untuk kembali mempelajari gagasan-gagasan dan aksi nyata yang dilakukan oleh Kyai Dahlan. Namun, sayangnya agak sulit bagi generasi sekarang untuk mempelajari pemikiran Kyai Dahlan secara terstruktur. Hal ini mengingat Kyai Dahlan sendiri bukanlah seorang cendekiawan penulis. Sejauh yang dapat dilacak hanya ada dua  peninggalan tertulis dari Kyai Dahlan. Itupun bukanlah sebuah buku yang disusun khusus oleh beliau. Manuskrip tersebut adalah transkrip dari pidato yang pernah beliau sampaikan kepada khalayak Muhammadiyin dan sebuah brosur.

Tahun 1922, Schrieke menyinggung sebuah brosur yang ditulis oleh Kyai Dahlan dan diterjemahkan dalam bahasa Belanda oleh R. Kamil. Brosur tersebut berjudul “Het Bindmiddle der Menschen” (Kesatuan Hidup Manusia). Sayangnya brosur tersebut hingga kini diketahui lagi keberadaannya. Lalu satu lagi dokumen transkrip pidato Kyai Dahlan yang diberi judul “Tali Pengikat Hidup”. Pidato ini disampaikan oleh Kyai Dahlan dalam Kongres Muhammadiyah tahun 1922. Transkrip pidato yang amat penting ini diterbitkan oleh HB Muhammadiyah Majelis Pustaka setahun kemudian.   Continue reading →

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 254 pengikut lainnya.