Category Archives: Tokoh Sejarah

Bonivasius Margono, Berkarya di Jalan Sunyi

Sebuah potret B. Margono yang dipajang dalam pameran karya-karyanya di Bentara Budaya Yoyakarta, 2010 (diambil dari ANTARA).

Barangkali sekarang ini tidak terlalu banyak orang yang mengenal sosok B. Margono. Bahkan seniman-seniman terkenal sekarang belum tentu mengenalnya. B. Margono memang tidak hadir ke tengah-tengah hiruk pikuk dunia seni Indonesia dengan karya seni rupa yang monumental atau spektakuler. B. Margono juga telah lama meninggal dunia sehingga kini kita tak akan melihat karya-karya barunya. Tapi di masa lalu, dalam tingkatan tertentu, karya-karya sederhana B. Margono pernah menjadi sangat akrab dengan masyarakat di Hindia Belanda. Bagi pembaca majalah Kedjawen dan buku-buku pengajaran terbitan Balai Pustaka pastilah tidak asing dengan ilustrasi-ilustrasi karya beliau.

B. Margono memiliki nama lengkap Raden Bonivasius Margono Darmo Pusoro adalah seorang ilustrator bagi terbitan-terbitan Balai Pustaka dan beberapa iklan koran pada masa Hindia Belanda. Ketika B. Margono hidup dan aktif berkarya, Indonesia sebagai sebuah negara bangsa yang merdeka belum ada. Karena itulah namanya tak banyak dikenal publik secara luas. Lagi pula semasa beliau masih hidup tak pernah Continue reading →

#Nitisemito

Melalui kultwit ini saya coba untuk mengapresiasi jasa-jasa HM Nitisemito yang telah merintis industri kretek nasional yang mandiri. Kretek Koning van Koedoes (Belanda: Raja Kretek dari Kudus) ini terbilang sukses dengan jalan ‘nyeleneh’. Kebanyakan bumiputra pada awal abad ke-20 lebih suka merintis karir jadi ambtenaar dengan gaji lumayan ketimbang jadi pengusaha. Tapi Nitisemito malah menjemput kemapanan dengan menjadi pengusaha mandiri. Nitisemito setidaknya telah membuktikan bahwa kaum bumiputra tak kalah dengan para tuan-tuan tanah Belanda dan saudagar-saudagar Tionghoa.

Sekaligus pula kultwit ini mencoba untuk mengimbangi wacana-wacana penggalang gerakan anti-tembakau yang akhir-akhir ini marak. Kretek nyatanya tak hanya soal kesehatan belaka. Kretek juga bicara soal budaya dan perekonomian pula. Berikut ulasannya…

***

Lukisan potret HM Nitisemito, Kretek Koning van Koedoes.

Masa penjajahan Belanda sering diidentikkan dgn kemelaratan & ketertindasan, pun di bidang ekonomi. #Nitisemito

Terlebih ketika masa kolonial memasuki masa liberalisasi ekonomi di mana modal swasta asing membanjir masuk Hindia Belanda. #Nitisemito Continue reading →

#OeiTiongHam

Menjamurnya penggunaan media sosial di internet dan gadget canggih yang mendukung semakin mempermudah penyampaian informasi. Pun demikian dengan informasi sejarah. Pembaca tentu kenal dan telah akrab dengan twitter. Memanfaatkan media sosial apik ini saya coba untuk bikin kultwit sejarah dengan membahas sedikit tentang Oei Tiong Ham. Siapa dia? Simak kultwit berikut ini… :)

***

Potret si Raja Gula asal Semarang, Oei Tiong Ham.

Mampir ke toko buku mgkn Anda pernah tahu buku berjudul ‘Kisah Tragis Oei Hui Lan, Putri Orang Terkaya di Indonesia”... #OeiTiongHam Continue reading →

KH Ahmad Dahlan, Sebuah Biografi Pemikiran (Bagian 2)

(Tulisan sebelumnya dapat dibaca di sini)

Pokok-pokok & Aktualisasi Pemikiran KH Ahmad Dahlan

Telah penyusun jelaskan di atas bahwa Kyai Dahlan selama di Mekah dalam hajinya yang pertama dan kedua banyak berguru demi memperdalam wawasan ke-Islamannya. Telah kita sama-sama ketahui pula seperti apa keadaan Timur Tengah semasa beliau belajar di sana. Dari kedua premis ini dapat kita ambil benang merah terkait perkembangan pemikiran Kyai Dahlan sepulang dari Mekah. Ketika pemahamannya akan keberagamaan kian matang ia pulang dan berhadapan dengan kenyataan-kenyataan sosial masyarakatnya yang terkadang tidak sejalan dengan pengetahuan yang beliau terima di Mekah.

Kyai Dahlan tentulah pernah bersentuhan dengan gagasan pembaruan Islam yang diusung oleh Muhammad Abduh dan Jamaluddin Al-Afghani. Lagipula beliau juga belajar di Mekah yang merupakan bagian dari tanah Arab yang ketika itu diwarnai dengan gerakan-gerakan purifikasi Islam ala Wahabi. Persentuhan intelektual ini jelas meninggalkan bekas mendalam bagi Kyai Dahlan. Bertolak dari situlah Kyai Dahlan mulai menghayati perlunya suatu gerakan pembaruan Islam di kampung halamannya. Ketika Islam telah tercampur aduk dengan tradisi dan umat muslim kian terjebak dalam formalitas agama jelas harus ada yang ‘meluruskannya’ kembali. Inilah peran besar yang diambil oleh Kyai Dahlan dengan penuh keinsyafan.

Penyusun berpendapat bahwa pemikiran pembaruan dan pemurnian Islam Kyai Dahlan merupakan sebuah sintesis pemikiran. Kyai Dahlan sampai pada cita-citanya setelah ‘terlibat’ dialog intelektual dari pembacaannya terhadap gagasan-gagasan serupa di Timur Tengah dan kegelisahannya menghadapi kenyataan sosio-kultural masyarakat muslim Jawa yang terjebak formalitas keagamaan. Yang otentik dari Kyai Dahlan Adalah model gerakannya yang mengakar. Tajdid aatau pembaruan dihayati sebagi sebuah gerakan sosial yang tidak hanya mandeg di tataran ide, tapi juga tindakan nyata yang menyentuh langsung kehidupan umat muslim. Dalam bahasa Mohammad Damami, MA, dalam karyanya Akar Gerakan Muhammadiyah, bergama harus menyapa kehidupan. Untuk lebih jelasnya tentang pokok-pokok pemikiran Kyai Dahlan dan aktualisasinya akan penyusun uraikan di bawah ini. Continue reading →

KH Ahmad Dahlan, Sebuah Biografi Pemikiran (Bagian 1)

Ketokohan KH Ahmad Dahlan (selanjutnya disebut Kyai Dahlan) bagi Muhammadiyah bisa kita bandingkan layaknya KH Hasyim Asy’ari bagi Nahdlatul Ulama atau Taqiyuddin An-Nabhani bagi Hizbut Tahrir. Kyai Dahlan adalah sosok penting yang meletakkan dasar-dasar pergerakan organisasi Muhammadiyah. Selain itu, dalam konteks yang lebih luas, beliau adalah pembaru Islam di Indonesia. Rekam jejaknya secara nyata dapat kita lihat dari Muhammadiyah di masa kini. Seperti kita sama ketahui, kini Muhammadiyah mengelola ribuan institusi pendidikan sejak jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Tak hanya itu, Muhammadiyah juga masih mengelola ratusan rumah sakit, poliklinik, apotek, panti asuhan bahkan pusat pengembangan masyarakat. Semua itu bukanlah pencapaian yang biasa saja dan lebih penting lagi, semua itu bermula dari Kyai Dahlan.

Sungguh sangat relevan bagi kita di masa kini untuk kembali mempelajari gagasan-gagasan dan aksi nyata yang dilakukan oleh Kyai Dahlan. Namun, sayangnya agak sulit bagi generasi sekarang untuk mempelajari pemikiran Kyai Dahlan secara terstruktur. Hal ini mengingat Kyai Dahlan sendiri bukanlah seorang cendekiawan penulis. Sejauh yang dapat dilacak hanya ada dua  peninggalan tertulis dari Kyai Dahlan. Itupun bukanlah sebuah buku yang disusun khusus oleh beliau. Manuskrip tersebut adalah transkrip dari pidato yang pernah beliau sampaikan kepada khalayak Muhammadiyin dan sebuah brosur.

Tahun 1922, Schrieke menyinggung sebuah brosur yang ditulis oleh Kyai Dahlan dan diterjemahkan dalam bahasa Belanda oleh R. Kamil. Brosur tersebut berjudul “Het Bindmiddle der Menschen” (Kesatuan Hidup Manusia). Sayangnya brosur tersebut hingga kini diketahui lagi keberadaannya. Lalu satu lagi dokumen transkrip pidato Kyai Dahlan yang diberi judul “Tali Pengikat Hidup”. Pidato ini disampaikan oleh Kyai Dahlan dalam Kongres Muhammadiyah tahun 1922. Transkrip pidato yang amat penting ini diterbitkan oleh HB Muhammadiyah Majelis Pustaka setahun kemudian.   Continue reading →

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 254 pengikut lainnya.